Gubernur Khofifah Apresiasi Pasar Klojen Yang Terintegrasi Pasar Basah Dengan Sentra Kuliner Yang Rapi Dan Bersih
MALANG, 30 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar daerah dan antar lembaga sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (29/5).
Didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Khofifah meninjau sejumlah lapak pedagang mulai dari sembako, sayuran, daging ayam hingga daging sapi. Ia juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memperoleh gambaran riil kondisi harga dan pasokan bahan pokok di lapangan.
Pasar Klojen dipilih karena merupakan salah satu pasar referensi dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadi acuan pemantauan harga komoditas strategis di berbagai daerah.
“Monitoring langsung seperti ini penting sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Gubernur Khofifah.
Usai peninjauan, Gubernur Khofifah Menyampaikan apresiasi pasar Klojen Malang yang terintegrasi antara pasar basah dan sentra kuliner yang tertatabrapi dan bersih sehingga menjadi destinasi wisata yang hunting kuliner tradisional.
Terkait pasokan beras medium SPHP dan Minyakita di Pasar Klojen, ia menekankan perlu koordinasi yang lebih intensif antara Disperindag Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, dan Perum Bulog agar distribusi kedua komoditas tersebut dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Bahwa sebagian besar masyarakat Kota Malang standarnya sudah beras premium, tapi beras medium harus kita siapkan. Karena kita punya stock beras medium SPHP di Jawa Timur ini jumlahnya cukup tinggi ," ucap Khofifah.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa seyogyanya semua lini masyarakat bisa tersapa melalui distribusi sembako yang disiapkan baik untuk beras medium SPHP maupun Minyakita.
"Temuan ini menjadi perhatian serius agar keterjangkauan harga bagi masyarakat dapat segera dikembalikan ke tingkat yang wajar dan terkontrol. Tadi saya cek, selisihnya cukup tinggi dari harga eceran tertinggi untuk minyakkita dengan yang tadi dijual di beberapa toko sembako di sini," imbuhnya.
Selain itu, Khofifah juga menyoroti pentingnya Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam menjaga stabilitas harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi, terutama cabai rawit dan bawang merah.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga bawang merah mengalami kenaikan dari kisaran Rp35 ribu–Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp55 ribu–Rp60 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit di Pasar Klojen berada pada kisaran Rp100 ribu–Rp120 ribu per kilogram, meskipun di beberapa pasar lain di Malang masih ditemukan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram.
"Di sinilah peran pentingnya koordinasi antar daerah. Harga apa yang menjadi penyebab kemungkinan potensi inflasi itu terjadi, nah itu yang bisa dilakukan langkah-langkah mitigatif dan antisipatif bersama sejak dini," jelas Khofifah.
Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga mencatat bahwa harga telur saat ini masih dalam kondisi standar, bahkan cenderung mengalami penurunan. Selain itu, harga daging sapi terpantau stabil saat Idul Adha, berbeda dengan tren kenaikan yang biasanya terjadi saat menjelang Ramadan maupun setelah Idul Fitri.
Melalui kesempatan ini juga, Gubernur Khofifah memastikan bahwa Pemprov Jatim terus berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat melalui keterjangkauan harga sembako.
Gubernur Khofifah menyadari adanya perbedaan kualitas (different quality) yang berimplikasi pada perbedaan harga (different price). Meskipun begitu, stabilitas harga secara umum harus tetap dijaga agar inflasi tetap terkendali.
"Bagaimana agar daya beli masyarakat bisa terjaga keterjangkauan masyarakat terhadap sembako itu juga bisa kita siapkan dengan relatif terkontrol," tegasnya.
Selain kaitan harga dan pasokan bahan pokok, Gubernur Khofifah secara khusus juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan Pasar Klojen yang sangat produktif dan tertata dengan baik. Integrasi antara pasar basah, pedagang kebutuhan pokok, dan pusat kuliner tradisional menjadikan pasar ini sebagai daya tarik wisatawan, bahkan yang berasal dari luar daerah maupun luar Jawa Timur.
"Ini menurut saya bisa menjadi referensi di tengah proses mungkin inovasi-inovasi dari Bupati, Wali Kota yang lain. Saya rasa ini luar biasa," pungkasnya.








