Lewati ke konten
East Java Times

East Java Times

Dari Jawa Timur Untuk Indonesia

  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Daerah
  • Hukum
  • Keagamaan
Search

Pengukuhan ICMI Jatim 2026–2031, Gubernur Khofifah Buka Ruang Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Masyarakat

Kamil Hakimin
Publis : 21 September 2026 | 15:20 WIB
Pengukuhan ICMI Jatim 2026–2031, Gubernur Khofifah Buka Ruang Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Masyarakat

SURABAYA, 21 SEPTEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur untuk memperkuat peran riset, inovasi, dan ilmu pengetahuan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri Pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur Periode 2026–2031 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/9) malam.

Gubernur Khofifah menilai pengukuhan kepengurusan baru ICMI Jawa Timur bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi titik awal untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan cendekiawan. Ia menilai, para cendekiawan memiliki peran strategis untuk membaca perubahan, memberikan arah, serta menghadirkan pengetahuan yang dapat diterapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

"Jawa Timur ini bisa dibilang adalah paket lengkap. Sebagai wilayah Lumbung Pangan Nasional yang memiliki sumber daya alam beragam, Jatim juga menjadi salah satu Lumbung sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Indonesia," ujarnya.

Khofifah menambahkan, kekuatan Jawa Timur dari sisi sumber daya pangan dan manusia dapat menjadi modal besar untuk mengembangkan berbagai riset dan inovasi. Ia pun mengajak ICMI Jawa Timur melihat Jawa Timur bukan hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang pengembangan pengetahuan yang memiliki persoalan sekaligus potensi yang beragam.

"Jawa Timur dengan 42 juta jiwa penduduk dan berbagai potensi lainnya adalah sebuah laboratorium hidup atau _Living Laboratory_ bagi para akademisi. Kami optimis bahwa berbagai penelitian, pengabdian masyarakat, dan program inovasi perguruan tinggi secara konsisten dapat diimplementasikan disini," ucapnya.

Khofifah menyampaikan, Jawa Timur tercatat sebagai salah satu kekuatan utama pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2020 hingga semester I 2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional.

Di sisi lain, kekuatan SDM Jawa Timur juga ditopang oleh ekosistem pendidikan pesantren yang besar. Jawa Timur tercatat memiliki 7.347 pondok pesantren dengan sekitar 660 ribu santri serta lebih dari 41 ribu ustaz dan ustazah.

Ekosistem tersebut, kata Khofifah, bukan hanya memiliki peran dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga merupakan modal intelektual, sosial, dan spiritual yang dapat dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Besarnya potensi tersebut membuka ruang luas bagi penguatan riset dan inovasi, termasuk melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, serta organisasi cendekiawan seperti ICMI.

Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur siap memberikan dukungan kebijakan dan membuka ruang kolaborasi untuk mendorong hasil riset perguruan tinggi agar tidak berhenti di lingkungan akademik. Riset diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan ICMI. Mari menjadikan kecendekiawanan sebagai kekuatan untuk memecahkan berbagai persoalan di tanah air Indonesia," pesannya.

Ia melanjutkan, penguatan kerja sama ini juga sejalan dengan upaya menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Bagi Khofifah, tagline tersebut bukan sekadar jargon, tetapi membutuhkan kerja bersama yang berbasis pada potensi daerah, pengetahuan, inovasi, dan kemampuan SDM.

Ia juga berharap ICMI Jawa Timur dapat mengambil peran dalam memberikan rekomendasi berbasis pengetahuan sekaligus ikut memperkaya kebijakan publik di Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kapasitas riset yang dimiliki perguruan tinggi dan para cendekiawan.

Sementara itu, Ketua Umum ICMI Pusat sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria menyambut baik gagasan Gubernur Khofifah. Ia berharap keberadaan ICMI Jatim dapat semakin memperkuat kebijakan yang berbasis pada _science evidence base_ atau bukti ilmiah.

Menurut Arif, Jawa Timur memiliki modal yang kuat karena ditopang kekayaan sumber daya alam sekaligus sumber daya intelektual. Keberadaan berbagai perguruan tinggi dengan kapasitas akademik yang kuat menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

"Jawa Timur itu kaya akan sumber daya alam dan kaya akan intelektual. Banyak kampus-kampus top yang ada di Jawa Timur. Saya kira ini adalah kekuatan yang sangat besar," pujinya.

Arif juga berharap para cendekiawan ICMI Jawa Timur dapat mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan inovasi. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar berbagai gagasan dan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap pemahaman, tetapi dapat diterapkan dan dibangun menjadi solusi.

Ia mendorong ICMI Jawa Timur untuk ikut memperkuat literasi masyarakat, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), hingga mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan dan mengembangkan teknologi.

"Jadi tidak hanya _understanding_, tetapi juga _building_. Gagasan-gagasan dari Ibu Gubernur dan Pak Wagub telah banyak kami dengar dan memang sangat futuristik untuk membuat Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak juga menyatakan bahwa pengukuhan ini merupakan starting point dari kerjasama dan ikhtiar bersama yang diharapkan dapat memberikan dampak yang sebesar-besarnya bagi masyarakat

Hal ini juga sejalan dengan tema besar yang diusung dalam pengukuhan kali ini yaitu mengembalikan dampak dan mengendalikan peran intelektual sebagai penuntun peradaban yang inklusif dan transformatif menuju Indonesia Emas.

"Untuk semua lini kecendekiawanan, banyak sekali ruang pengabdiannya di Jawa Timur. Saya berharap semoga ICMI Jawa Timur bukan hanya organisasinya yang besar tapi efeknya yang besar," pungkasnya.

Post Views: 4

Berita Unggulan

  • Pengukuhan ICMI Jatim 2026–2031, Gubernur Khofifah Buka Ruang Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Masyarakat

    Pengukuhan ICMI Jatim 2026–2031, Gubernur Khofifah Buka Ruang Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Masyarakat

    Publis : 21 September 2026 | 15:20 WIB
  • Perluas Penanganan Krisis Air Bersih, Gubernur Khofifah Dorong Gotong Royong dan Solusi Jangka Panjang di Ponorogo

    Perluas Penanganan Krisis Air Bersih, Gubernur Khofifah Dorong Gotong Royong dan Solusi Jangka Panjang di Ponorogo

    Publis : 21 September 2026 | 07:41 WIB
  • Jelang KHI 2026, PERHUMAS Surabaya Raya Gaungkan Peran Humas sebagai Penenun Kepercayaan Bangsa

    Jelang KHI 2026, PERHUMAS Surabaya Raya Gaungkan Peran Humas sebagai Penenun Kepercayaan Bangsa

    Publis : 20 September 2026 | 15:29 WIB
  • Gubernur Khofifah Sediakan Beras, Minyak, Gula hingga Daging Ayam Harga Terjangkau Lewat Pasar Murah di Mojokerto

    Gubernur Khofifah Sediakan Beras, Minyak, Gula hingga Daging Ayam Harga Terjangkau Lewat Pasar Murah di Mojokerto

    Publis : 20 September 2026 | 11:58 WIB
  • Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Prabowo di Ponorogo, Satu Abad Gontor Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Berkarakter

    Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Prabowo di Ponorogo, Satu Abad Gontor Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Berkarakter

    Publis : 19 September 2026 | 18:42 WIB

Pencarian

Kategori

  • Berita (229)
  • Budaya (24)
  • Daerah (360)
  • Ekonomi & Bisnis (30)
  • Ekonomi Bisnis (395)
  • Hukum & Kriminal (2)
  • Hukum kriminal (8)
  • Internasional (13)
  • Keagamaan (65)
  • Kesehatan (28)
  • News (7)
  • Nusantara (30)
  • Olahraga (20)
  • Pemerintahan (93)
  • Pendidikan (142)
  • Politik (4)
  • Politik & Pemerintahan (73)
  • Politik & Pemerintahan (173)
  • Sains & Teknologi (5)
  • Sosial & Budaya (473)
  • Teknologi (13)
  • Uncategorized (1)

arsip

  • September 2026 (52)
  • Agustus 2026 (77)
  • Juli 2026 (76)
  • Juni 2026 (121)
  • Mei 2026 (170)
  • April 2026 (187)
  • Maret 2026 (172)
  • Februari 2026 (168)
  • Januari 2026 (178)
  • Desember 2025 (121)
  • November 2025 (81)
  • Oktober 2025 (91)
  • September 2025 (86)
  • Agustus 2025 (83)
  • Juli 2025 (74)
  • Juni 2025 (59)
  • Mei 2025 (128)
  • April 2025 (93)
  • Maret 2025 (79)
  • Februari 2025 (49)
  • Januari 2025 (20)

TagAR

#airlangga #BandaAceh #Pemerintah #Memastikan #Ketersediaan #Stok #Beras #Provinsi #Aceh #Aman #Gubernur #JawaTimur #Khofifah #Gubernur #Khofifah #gubernurjatim #Gubernur KHofifah #Jatim #jawatimur #kemenpora #Kementerian #Agraria #TataRuang/Badan #Pertanahan #Nasional #ATR/BPN #Khofifah #Khofifah #Gubernur #JawaTimur #Menteri #Ketenagakerjaan #Menaker #mentriekonomi #Wakil #Menteri #Komunikasi #Digital #Wamenkomdigi Baznas Jombang Bupati Daerah Gubernur Gubernur Jatim Gubernur Jawa Timur Haji Jawa Timur Jombang Kemenag Kemendikdasmen Kemkomdigi Ketahanan Pangan khofifah komdigi Makan Bergizi Gratis OJK Pasokan Ramadan Pemerintahan Pemprov Jatim Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo Presiden RI Purbaya Yudhi Sadewa Sekertaris daerah jawa timur Sekolah Rakyat Teknologi Wakil Bupati Wakil Gubernur

Portal berita positif dari Jawa Timur yang menyajikan berbagai informasi yang aktual dan terpercaya

East Java Times | Copyright 2025.

Scroll to Top