Total 20 Kabupaten/Kota Telah Terima Bantuan Air Bersih, Upayakan Operasi Modifikasi Cuaca Dalam Waktu Dekat
PASURUAN, 7 SEPTEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan terpenuhi. Pemprov Jatim menyalurkan bantuan berupa 45 unit tandon dan 500 jeriken untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi 19.837 jiwa atau 6.556 keluarga di empat kecamatan terdampak.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut dilakukan Gubernur Khofifah di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9).
"Bantuan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Pasuruan 45 unit tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 unit jeriken berkapasitas 15 liter," ujarnya.
Empat kecamatan yang menjadi sasaran penanganan Pemprov Jatim yakni Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Kecamatan Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah masyarakat terdampak paling besar, yakni 8.966 jiwa atau 2.923 keluarga. Selanjutnya Pasrepan 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga, Winongan 1.443 jiwa atau 481 keluarga, serta Kejayan 1.743 jiwa atau 549 keluarga.
Khusus di Kecamatan Lumbang, dukungan penanganan air bersih juga diperkuat melalui distribusi yang dilakukan BPBD Kabupaten Pasuruan. Bantuan tersebut meliputi distribusi air bersih dengan armada berkapasitas 6.000 liter, tiga unit tandon berkapasitas 1.200 liter, 50 jeriken berkapasitas 15 liter, serta tiga unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter.
Khofifah mengatakan, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten. Kehadiran Pemprov Jatim ditujukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sehingga masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air dapat lebih mudah mendapatkan bantuan.
"Dari 24 kabupaten kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau. Selain itu, membersamai dengan membagi sembako di setiap titik untuk membantu keterjangkauan masyarakat mengakses logistik," jelasnya.
Selain bantuan air bersih dan sarana penampungan, Pemprov Jatim juga menyalurkan sembako di sejumlah titik terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Hingga 5 September 2026, sebanyak 20 kabupaten di Jawa Timur telah melaksanakan dropping air bersih. Wilayah tersebut meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Pacitan.
Penanganan tersebut dilakukan dalam kerangka status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditetapkan Pemprov Jatim melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 pada 26 Mei 2026. Status tersebut berlaku selama 133 hari untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dari 38 kabupaten/kota tersebut, sebanyak 24 kabupaten telah menetapkan status keadaan darurat kekeringan di wilayahnya. Kondisi ini mendorong Pemprov Jatim untuk terus memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Khofifah juga memastikan Pemprov Jatim tidak hanya mengandalkan distribusi bantuan, tetapi menyiapkan langkah lain untuk mendorong turunnya hujan. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi awan yang mulai bergerak memasuki wilayah daratan.
"Selain bantuan berupa dropping air dan tandon, Pemprov Jatim akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Awan sudah mulai masuk di beberapa titik. Jika potensial, maka akan dilakukan OMC agar ada hujan yang bisa diakses dari awan yang sedang bergerak," ujarnya.
"Kami standby karena sangat mungkin di atas tanggal 6 September ada awan yang bergerak ke daratan untuk melakukan OMC dan berpotensi menjadi hujan," imbuh Khofifah.
Di tengah upaya penanganan tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat dan tokoh agama di Pasuruan untuk memperkuat ikhtiar melalui doa bersama. Ia berharap hujan segera turun sehingga tekanan kekeringan terhadap masyarakat dapat berkurang.
"Pasuruan termasuk kota maupun kabupaten religius, saya berharap seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama melakukan salat istisqa untuk meminta hujan supaya ikhtiar kita dikabulkan Allah," harapnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim. Ia mengatakan, terdapat delapan desa yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan ketika musim kemarau tiba.
Ia menyebut, penggunaan tandon dan distribusi air menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan warga. Sementara itu, pemerintah daerah terus mencari solusi permanen agar delapan desa tersebut tidak lagi mengalami kekurangan air setiap musim kemarau.
"Sudah minta tolong Gubernur Jawa Timur insyaallah bantuan dari Provinsi supaya delapan desa tidak lagi kekurangan air di saat musim kemarau," ungkap Rusdi
Bantuan air bersih tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Firtria (35), warga Kecamatan Lumbang, mengatakan bantuan dari Pemkab Pasuruan dan Pemprov Jatim sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih.
Ia menuturkan, ketika tidak mendapat kiriman air, warga terpaksa membeli air bersih dengan harga sekitar Rp150 ribu. Kondisi tersebut tentu menjadi beban tambahan bagi keluarga.
"Senang sekali dan sangat bermanfaat bagi kami untuk minum, masak dan kebutuhan lainnya. Sedangkan uang yang biasa untuk membeli air bisa digunakan lain seperti anak sekolah dan kebutuhan di rumah," pungkasnya.








