Pasuruan, 18 April 2026 — Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PWNU Jawa Timur menggelar kegiatan Halal Bi Halal dan Sarasehan bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kinerja Tridharma dalam Mewujudkan PTNU Berdampak dan Berdaya Saing Global” di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D, serta Dr. Muhammad Zain Kabir dari SDM Kementerian Agama RI. Turut hadir jajaran PCNU Kabupaten Pasuruan, para rektor dan pimpinan dari sekitar 50 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), serta pengurus LPT PWNU Jawa Timur.
Ketua LPT PWNU Jawa Timur, Prof. Junaidi Mistar, Ph.D dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Halal Bi Halal sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperguruan tinggi. Ia menekankan bahwa PTNU di Jawa Timur perlu terus meningkatkan keunggulan kompetitif agar mampu bersaing di tingkat global.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan sinergi yang kuat, PTNU tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memberikan dampak nyata dan memiliki daya saing global,” ujarnya.
Dalam sesi sarasehan, Prof. Badri Munir Sukoco memaparkan pentingnya peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus menargetkan peningkatan persentase lulusan yang dapat langsung bekerja atau berwirausaha dalam waktu satu tahun setelah lulus.
Salah satu strategi yang didorong adalah akselerasi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), melalui peningkatan jumlah program studi dan lulusan di bidang tersebut. Menurutnya, saat ini terdapat kesenjangan besar antara jumlah lulusan dan ketersediaan lapangan kerja.
“Sebagai contoh, lulusan sarjana pendidikan dan PGSD jumlahnya sangat besar, sementara daya serap lembaga pendidikan terbatas. Akibatnya, banyak lulusan yang tidak terserap,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong PTNU untuk membuka program studi vokasi serta memanfaatkan e-course guna meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi (APK-PT). Pemerintah, lanjutnya, juga akan mengupayakan dukungan beasiswa untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah mahasiswa aktif di Indonesia mencapai 7.607.752 orang, dengan total mahasiswa terdaftar sebanyak 9.967.487 orang. Sementara itu, jumlah lulusan perguruan tinggi tercatat 1.765.842 orang, dengan dominasi bidang pendidikan (490.176 lulusan), ekonomi (284.321), sosial (275.387), teknik (252.420), dan kesehatan (246.076).
Dari sisi program studi, terdapat total 29.796 prodi, dengan 43,29% di antaranya merupakan bidang STEM dan 56,71% non-STEM. Adapun program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak meliputi Manajemen (1.143.504 mahasiswa), PGSD (493.406), Ilmu Hukum (398.614), dan Akuntansi (397.673).
Pada sesi penutup, Sekretaris LPT PWNU Jawa Timur, Dr. Winarto Eka Wahyudi, menyampaikan sejumlah capaian strategis lembaga, di antaranya mendorong terbentuknya asosiasi penerbitan untuk mendukung tridharma perguruan tinggi, serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen “Siakad Nusantara” sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transformasi digital PTNU.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran PTNU sebagai pilar pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.








