LAMONGAN, 3 NOVEMBER 2026 – Pasar Murah ke-220 Tahun 2026 yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Alun-Alun Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (1/11) sore, disambut antusias masyarakat. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Suasana semakin semarak dengan pembagian sepuluh hadiah atau doorprize dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim menjaga stabilitas harga bahan pokok, melindungi daya beli, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam Pasar Murah tersebut, beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram dan beras premium Rp14.000 per kilogram. Gula pasir tersedia dengan harga Rp14.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng Rp13.000 per liter.
Selain itu, cabai merah besar dan cabai rawit merah masing-masing dijual Rp5.000 per paket berisi 200 gram atau setara Rp25.000 per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp20.000 per kemasan, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp6.000 per 250 gram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kemasan.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pasar Murah memiliki empat fungsi utama yang saling berkaitan, yakni menjaga stabilitas harga bahan pokok, merawat daya beli masyarakat, mendekatkan akses terhadap kebutuhan pokok, serta memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku usaha lokal.
Penyediaan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, menurutnya, merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
"Tujuan pertama dan utama dari Pasar Murah ini adalah untuk melakukan stabilisasi harga berbagai komoditas bahan pokok yang saat ini mulai merangkak naik di pasaran," ujarnya.
Fungsi kedua, lanjutnya, adalah menjaga daya beli masyarakat agar tetap terpelihara di tengah perubahan harga berbagai kebutuhan sehari-hari. Sementara fungsi ketiga diwujudkan melalui kehadiran pasar murah yang mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok tanpa harus pergi jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka.
Adapun fungsi keempat adalah memberikan ruang bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat di daerah.
"Melalui Pasar Murah, kita tidak hanya menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan usaha lokal untuk tumbuh. Jika dilakukan dan dikalikan terus-menerus, bukan tidak mungkin akan membentuk ekosistem ekonomi yang kuat di masyarakat," jelasnya.
Gubernur Khofifah berharap, keberadaan Pasar Murah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Melalui kegiatan yang digelar secara berkelanjutan, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Di sela kegiatan, Khofifah juga menyapa masyarakat dan meninjau stan-stan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Ia turut menyerahkan bantuan beras dan telur secara gratis kepada sejumlah lansia serta anak-anak yang hadir.
Suasana semakin semarak karena kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian sepuluh hadiah atau doorprize kepada masyarakat dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Salah satu warga yang beruntung mendapatkan hadiah adalah Eri, warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Ia mengaku tidak menyangka memperoleh hadiah kompor saat datang ke lokasi bersama istrinya untuk berbelanja.
"Jika dilakukan dan dikalikan terus menerus, bukan tidak mungkin akan membentuk ekosistem ekonomi yang kuat di masyarakat," jelasnya.
Ia mengaku keberadaan Pasar Murah sangat membantu masyarakat karena harga sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering diselenggarakan sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.








