SURABAYA, 19 OKTOBER 2026 – Kontingen Jawa Timur berhasil mengukir sejarah baru dengan meraih gelar Juara Umum Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tingkat nasional 2026.
Capaian ini cukup membanggakan terutama karena menjadi kali pertama Jatim bisa membawa pulang gelar Juara Umum dalam ajang yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam ajang tersebut, Jatim berhasil mengoleksi total 18 medali. Yang terdiri dari enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian para pelajar tersebut. Menurutnya, prestasi itu menunjukkan potensi siswa Jatim dalam mengembangkan gagasan inovatif menjadi peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, murid-murid kita berhasil kembali mencatatkan prestasi membanggakan lewat ajang FIKSI. Ini artinya mereka memiliki tekad kuat dan kesiapan tinggi untuk berkompetisi menjadi entrepreneur masa depan,” ujar Khofifah, Sabtu (17/10).
Dengan raihan enam medali emas, Jatim menempati posisi teratas klasemen akhir. DKI Jakarta berada di peringkat kedua dengan tujuh medali, terdiri dari lima emas dan dua perunggu.
Sementara itu, DI Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 11 medali, yakni tiga emas, empat perak, dan empat perunggu.
Posisi keempat ditempati Jawa Tengah dengan enam medali, terdiri dari satu emas, tiga perak, dan dua perunggu. Adapun Jawa Barat berada di peringkat kelima dengan empat medali, yakni satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada para siswa, guru pendamping, dan seluruh tim yang telah berjuang mengharumkan nama Jawa Timur.
Ia menegaskan, prestasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat pembinaan kewirausahaan di lingkungan pendidikan, termasuk melalui program Double Track dan pengembangan SMK berbasis industri.
“Prestasi ini merupakan buah manis dari komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di sekolah, termasuk optimalisasi program Double Track dan SMK berbasis industri,” tegasnya.
“Kita tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, mandiri secara ekonomi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuh Khofifah.
Menurutnya, kewirausahaan pelajar perlu dikembangkan tidak hanya untuk menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan.
Melalui pendekatan sociopreneurship, generasi muda diharapkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, keberhasilan Jatim meraih juara umum FIKSI Nasional 2026 didukung pembentukan tim pembinaan dan pendampingan intensif sebelum kompetisi.
Dinas Pendidikan Jatim menggelar tiga tahap pendampingan atau coaching clinic dengan melibatkan pakar, kolaborasi lintas lembaga, pihak sekolah, serta dukungan orang tua siswa.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan gagasan, penyempurnaan laporan, hingga latihan mempresentasikan inovasi di hadapan dewan juri.
“Kami bersyukur ikhtiar yang kita lakukan membawa hasil positif. Kami membedah gagasan dan laporan para pelajar satu per satu, memperkuat bagian yang kurang, serta melatih mereka agar mampu mempresentasikan inovasinya secara mantap di hadapan juri,” kata Aries.
Selain pemantapan materi, pemusatan latihan atau training center juga dilakukan untuk memperkuat kesiapan mental dan psikologis siswa agar mampu tampil percaya diri saat berkompetisi.
Aries menambahkan, FIKSI 2026 menekankan integrasi tiga bidang utama, yakni ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.
Ketiga bidang tersebut menjadi landasan bagi pelajar untuk mengembangkan inovasi usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.
“Wirausahawan masa depan bukan hanya mereka yang mampu mencetak profit, tetapi juga mereka yang menghadirkan solusi konkret atas permasalahan sosial dan ekologi. Melalui ajang ini, kita melahirkan profil Pelajar Pancasila yang memiliki jiwa sociopreneur tangguh, etis, dan berwawasan global,” ungkapnya.
Aries berharap keberhasilan meraih gelar juara umum dapat memotivasi sekolah-sekolah di Jawa Timur untuk terus mengembangkan potensi inovasi dan kewirausahaan siswa.
“Semoga capaian ini memotivasi seluruh generasi muda di Jatim untuk tidak ragu berkarya. Dindik Jatim siap terus mendampingi dan memfasilitasi setiap potensi inovasi anak-anak kita hingga mampu menembus pasar industri lokal maupun internasional,” pungkas Aries.








