Lewati ke konten
East Java Times

East Java Times

Dari Jawa Timur Untuk Indonesia

  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Daerah
  • Hukum
  • Keagamaan
Search

Jelang KHI 2026, PERHUMAS Surabaya Raya Gaungkan Peran Humas sebagai Penenun Kepercayaan Bangsa

Kamil Hakimin
Publis : 20 September 2026 | 15:29 WIB
Jelang KHI 2026, PERHUMAS Surabaya Raya Gaungkan Peran Humas sebagai Penenun Kepercayaan Bangsa

SURABAYA, 20 SEPTEMBER 2026 – Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (BPC PERHUMAS) Surabaya Raya menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 yang akan digelar di Surakarta, Jawa Tengah, pada 17–18 Oktober 2026.

Dukungan tersebut mengemuka dalam Sharing Session PERHUMAS Surabaya Raya bertajuk “When Everyone Can Tell the Story: Komunikasi, Trust & Perebutan Narasi di Era Digital” di Surabaya. Forum ini mempertemukan praktisi humas, komunikasi pemerintahan, media, akademisi, mahasiswa, dan komunitas komunikasi untuk mendiskusikan perubahan lanskap komunikasi dan tantangan membangun kepercayaan publik di era digital.

Ketua BPC PERHUMAS Surabaya Raya Indriani Siswati mengatakan KHI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi, jejaring, dan kolaborasi insan humas Indonesia di tengah perubahan ekosistem komunikasi yang semakin cepat.

“PERHUMAS Surabaya Raya mendukung penuh pelaksanaan Konvensi Humas Indonesia 2026 di Surakarta. KHI bagi kami adalah forum berkumpulnya para praktisi humas, tetapi ruang bersama untuk bertukar gagasan, memperkuat kompetensi, membangun jejaring, sekaligus meneguhkan kembali tanggung jawab profesi humas dalam menjaga kepercayaan publik,” kata Indriani.

KHI 2026 mengangkat tema “Humas Sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia.” Tema tersebut menempatkan humas sebagai salah satu elemen strategis dalam membangun kepercayaan yang menghubungkan institusi dengan masyarakat, kebijakan dengan pemahaman publik, serta perkembangan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan.

KHI 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari di The Sunan Hotel Solo, Surakarta. Sejumlah isu strategis akan dibahas, mulai dari narasi kebangsaan di era polarisasi, keberlanjutan sebagai fondasi kepercayaan, kolaborasi profesi, masa depan kepemimpinan PR, hingga integritas humas di tengah perkembangan Generative AI.

Menurut Indriani, tema besar KHI tersebut memiliki benang merah dengan diskusi yang dikembangkan PERHUMAS Surabaya Raya. Perkembangan teknologi telah membuat informasi tidak lagi bergerak satu arah dari institusi kepada masyarakat. Media sosial, platform digital, komunitas, influencer, media massa hingga akun personal kini sama-sama menjadi produsen dan distributor informasi. 

Kondisi tersebut membuat pekerjaan humas tidak lagi cukup berhenti pada penyampaian pesan. Humas dituntut mampu membangun kepercayaan, menjaga kredibilitas, merespons percakapan publik, serta memastikan narasi institusi tetap relevan di tengah derasnya arus informasi. 

“Setelah tahun lalu KHI diselenggarakan di Surabaya, kini semangat itu kita teruskan menuju Surakarta. Kami ingin PERHUMAS Surabaya Raya ikut menjadi bagian aktif dari gerakan bersama ini. Kepercayaan publik tidak mungkin dibangun oleh satu institusi atau satu profesi saja. Dibutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari seluruh ekosistem komunikasi,” ujarnya.

Sharing Session menghadirkan Dr. Zainal Muttaqin, Kepala Bagian Humas Pemprovinsi Provinsi Jawa Timur, dan Abdul Malik Ibrahim, Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur, sebagai pemantik diskusi. 

Zainal mengatakan perubahan ekosistem digital membuat ukuran keberhasilan humas harus bergerak melampaui banyaknya informasi yang diproduksi dan disebarluaskan.

“Ketika semua orang bisa bercerita, persoalannya bukan lagi siapa yang paling banyak atau paling cepat menyampaikan informasi. Pertanyaan terpentingnya adalah: siapa yang dipercaya? Karena itu, humas harus bergerak dari sekadar information provider menjadi trust builder,” kata Zainal.

Menurutnya, perkembangan AI semakin memperbesar tantangan tersebut. Ketika teknologi membuat produksi konten semakin mudah, cepat, dan murah, autentisitas dan kredibilitas justru menjadi semakin bernilai.

Karena itu, praktisi humas tidak cukup hanya menguasai teknologi dan platform. Mereka juga membutuhkan kemampuan membaca isu, melakukan verifikasi, mendengarkan publik, membangun percakapan, serta menjaga konsistensi antara pesan, kebijakan, dan tindakan organisasi.

“Kecepatan tetap penting, tetapi yang kita butuhkan adalah verified speed. Sigap bukan berarti tergesa-gesa. Kecepatan tanpa akurasi dapat menjadi risiko reputasi. Sebaliknya, informasi yang akurat tetapi datang terlambat dapat membuat ruang informasi lebih dahulu dipenuhi spekulasi dan disinformasi,” ujarnya.

Dari perspektif media, Abdul Malik Ibrahim menyoroti pentingnya hubungan media dan humas yang semakin terbuka dan profesional. Perubahan perilaku konsumsi berita, derasnya arus informasi, dan kehadiran AI membuat proses verifikasi semakin penting bagi kedua profesi.

“Di tengah banjir informasi, media dan humas sesungguhnya menghadapi tantangan yang sama, yaitu bagaimana menjaga kepercayaan publik. Informasi memang harus cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi dan verifikasi. Sekali kepercayaan publik hilang, membangunnya kembali bukan perkara mudah,” kata Malik.

Menurutnya, semakin mudahnya masyarakat memproduksi dan menyebarkan konten membuat media maupun humas harus semakin kuat dalam menjaga kredibilitas informasi.

“Sekarang siapa saja bisa memproduksi informasi dan membuatnya terlihat meyakinkan. Di sinilah media dan humas harus sama-sama menjaga kredibilitas. Teknologi boleh berubah, platform boleh berganti, tetapi prinsip akurasi, verifikasi, dan integritas tidak boleh berubah,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam Sharing Session. Diskusi mengangkat sejumlah isu mulai From Information to Trust, From Press Release to Public Conversation, Who Owns the Narrative?, Speed vs. Accuracy, hingga AI, Deepfake & The Future of Credibility. 

Sharing Session PERHUMAS Surabaya Raya dikemas dalam format “Provocation Talk + Open Conversation”, sehingga tidak berlangsung sebagai seminar satu arah. Forum membuka percakapan lintas perspektif antara pemerintah, media, praktisi PR, akademisi, mahasiswa, dan komunitas komunikasi. 

Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PERHUMAS Surabaya Raya memperkuat ruang pembelajaran menjelang KHI 2026. Selain meningkatkan pemahaman terhadap perubahan ekosistem komunikasi, kegiatan diarahkan untuk memberikan insight praktis mengenai pengelolaan komunikasi, isu dan reputasi, membangun perspektif kritis terhadap hubungan media, institusi dan publik, serta memperluas jejaring antarpelaku komunikasi.  

Indriani berharap gagasan yang tumbuh dari berbagai forum di daerah dapat bertemu dan diperkuat dalam KHI 2026 sehingga menghasilkan energi kolektif bagi perkembangan profesi humas Indonesia.

“Dari Surabaya Raya, kami membawa semangat yang sama menuju Surakarta. Humas Indonesia harus semakin profesional, berintegritas, kolaboratif, dan mampu menghadirkan komunikasi yang berdampak bagi masyarakat. Kepercayaan tidak dibangun sendirian. Kepercayaan harus ditenun bersama. Dari situlah humas dapat menjadi daya yang ikut menggerakkan Indonesia,” pungkas Indriani.

Konvensi Humas Indonesia 2026 akan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di The Sunan Hotel Solo, Surakarta. Informasi mengenai agenda KHI 2026 tersedia di laman resmi KHI 2026.

Post Views: 11

Berita Unggulan

  • Jelang KHI 2026, PERHUMAS Surabaya Raya Gaungkan Peran Humas sebagai Penenun Kepercayaan Bangsa

    Jelang KHI 2026, PERHUMAS Surabaya Raya Gaungkan Peran Humas sebagai Penenun Kepercayaan Bangsa

    Publis : 20 September 2026 | 15:29 WIB
  • Gubernur Khofifah Sediakan Beras, Minyak, Gula hingga Daging Ayam Harga Terjangkau Lewat Pasar Murah di Mojokerto

    Gubernur Khofifah Sediakan Beras, Minyak, Gula hingga Daging Ayam Harga Terjangkau Lewat Pasar Murah di Mojokerto

    Publis : 20 September 2026 | 11:58 WIB
  • Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Prabowo di Ponorogo, Satu Abad Gontor Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Berkarakter

    Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Prabowo di Ponorogo, Satu Abad Gontor Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Berkarakter

    Publis : 19 September 2026 | 18:42 WIB
  • Atasi Kekeringan Lamongan, Gubernur Khofifah Dorong Pemetaan Sumber Air Baru hingga Pembangunan Sumur Bor

    Atasi Kekeringan Lamongan, Gubernur Khofifah Dorong Pemetaan Sumber Air Baru hingga Pembangunan Sumur Bor

    Publis : 19 September 2026 | 14:27 WIB
  • Gubernur Khofifah Bersama Bupati Mojokerto dan Ratusan Jamaah Munajat, Mohon Hujan yang Membawa Rahmat dan Manfaat

    Gubernur Khofifah Bersama Bupati Mojokerto dan Ratusan Jamaah Munajat, Mohon Hujan yang Membawa Rahmat dan Manfaat

    Publis : 19 September 2026 | 09:17 WIB

Pencarian

Kategori

  • Berita (229)
  • Budaya (24)
  • Daerah (360)
  • Ekonomi & Bisnis (30)
  • Ekonomi Bisnis (395)
  • Hukum & Kriminal (2)
  • Hukum kriminal (8)
  • Internasional (13)
  • Keagamaan (65)
  • Kesehatan (28)
  • News (7)
  • Nusantara (30)
  • Olahraga (20)
  • Pemerintahan (93)
  • Pendidikan (142)
  • Politik (4)
  • Politik & Pemerintahan (173)
  • Politik & Pemerintahan (73)
  • Sains & Teknologi (5)
  • Sosial & Budaya (471)
  • Teknologi (13)
  • Uncategorized (1)

arsip

  • September 2026 (50)
  • Agustus 2026 (77)
  • Juli 2026 (76)
  • Juni 2026 (121)
  • Mei 2026 (170)
  • April 2026 (187)
  • Maret 2026 (172)
  • Februari 2026 (168)
  • Januari 2026 (178)
  • Desember 2025 (121)
  • November 2025 (81)
  • Oktober 2025 (91)
  • September 2025 (86)
  • Agustus 2025 (83)
  • Juli 2025 (74)
  • Juni 2025 (59)
  • Mei 2025 (128)
  • April 2025 (93)
  • Maret 2025 (79)
  • Februari 2025 (49)
  • Januari 2025 (20)

TagAR

#airlangga #BandaAceh #Pemerintah #Memastikan #Ketersediaan #Stok #Beras #Provinsi #Aceh #Aman #Gubernur #JawaTimur #Khofifah #Gubernur #Khofifah #gubernurjatim #Gubernur KHofifah #Jatim #jawatimur #kemenpora #Kementerian #Agraria #TataRuang/Badan #Pertanahan #Nasional #ATR/BPN #Khofifah #Khofifah #Gubernur #JawaTimur #Menteri #Ketenagakerjaan #Menaker #mentriekonomi #Wakil #Menteri #Komunikasi #Digital #Wamenkomdigi Baznas Jombang Bupati Daerah Gubernur Gubernur Jatim Gubernur Jawa Timur Haji Jawa Timur Jombang Kemenag Kemendikdasmen Kemkomdigi khofifah komdigi Makan Bergizi Gratis OJK Pasokan Ramadan PBI JKN Pemerintahan Pemprov Jatim Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo Presiden RI Purbaya Yudhi Sadewa Sekertaris daerah jawa timur Sekolah Rakyat Teknologi Wakil Bupati Wakil Gubernur

Portal berita positif dari Jawa Timur yang menyajikan berbagai informasi yang aktual dan terpercaya

East Java Times | Copyright 2025.

Scroll to Top