Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurut Menaker, nilai-nilai luhur Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai simbol kenegaraan atau materi pembelajaran semata, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku, sikap, dan tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. Generasi muda sebagai penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai tersebut di tengah berbagai tantangan zaman.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut perlu dimaknai sebagai sarana refleksi bersama untuk memastikan semangat Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah perkembangan teknologi, arus informasi yang semakin cepat, serta dinamika global yang terus berubah, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai landasan moral dan pemersatu bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pegangan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menaker juga mengingatkan pentingnya menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi mengganggu kerukunan nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat semangat kebangsaan serta menjaga persatuan sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Selain itu, seluruh aparatur pemerintah diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan penyusunan kebijakan publik. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dihasilkan dapat mencerminkan keadilan sosial, melindungi kelompok rentan, serta memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.
Sumber : InfoPublik








