East Java Times

East Java Times

Dari Jawa Timur Untuk Indonesia

  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Daerah
  • Hukum
  • Keagamaan
Search

Pekerja Informal yang Terus Meningkat Jadi Tantangan Ketepatan Sasaran Bantuan Sosial

Kamil Hakimin
Publis : 19 Mei 2026 | 08:03 WIB
Pekerja Informal yang Terus Meningkat Jadi Tantangan Ketepatan Sasaran Bantuan Sosial

Jakarta – Tingginya jumlah pekerja sektor informal di Indonesia dinilai menjadi tantangan besar dalam memastikan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos). Kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar pekerja informal memiliki pendapatan yang tidak tetap serta perubahan kondisi ekonomi yang berlangsung sangat dinamis.

Pemerintah menilai pendataan masyarakat penerima bansos membutuhkan pembaruan secara berkala agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Karakteristik pekerja informal yang cenderung berpindah pekerjaan, tidak memiliki slip gaji tetap, hingga belum seluruhnya terdata dalam sistem ketenagakerjaan formal membuat proses verifikasi data menjadi lebih kompleks.

Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan sektor informal masih mendominasi pasar kerja nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja informal mencapai sekitar 87,74 juta orang atau lebih dari separuh total penduduk bekerja di Indonesia. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan dalam menyusun basis data perlindungan sosial yang akurat dan terintegrasi.

Pemerintah terus mendorong penguatan sistem data sosial ekonomi nasional melalui pemadanan data lintas kementerian dan lembaga. Langkah tersebut dilakukan agar proses penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu menjangkau kelompok masyarakat rentan, khususnya pekerja informal.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga diharapkan dapat membantu mempercepat pembaruan data penerima bansos. Dengan sistem data yang semakin terintegrasi, pemerintah optimistis proses distribusi bantuan dapat berjalan lebih efektif sekaligus meminimalkan potensi kesalahan sasaran penerima.

Penguatan akurasi data bansos dinilai penting untuk menjaga efektivitas program perlindungan sosial di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah. Pemerintah berharap pembaruan data secara berkala dapat memastikan bantuan sosial benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok pekerja informal yang rentan terhadap gejolak ekonomi.

Sumber : InfoPublik

Post Views: 9

Berita Unggulan

  • Tingkatkan Digitalisasi Kampus, STIKES Bahrul Ulum Gandeng PT. Nusatama Hadirkan Website dan CBT

    Tingkatkan Digitalisasi Kampus, STIKES Bahrul Ulum Gandeng PT. Nusatama Hadirkan Website dan CBT

    Publis : 19 Mei 2026 | 10:23 WIB
  • Gubernur Khofifah: Pesantren Tidak Hanya Tempat Menimba Ilmu, tetapi Juga Pusat Tumbuhnya Peradaban dan Identitas Bangsa

    Gubernur Khofifah: Pesantren Tidak Hanya Tempat Menimba Ilmu, tetapi Juga Pusat Tumbuhnya Peradaban dan Identitas Bangsa

    Publis : 19 Mei 2026 | 10:04 WIB
  • Presiden Sebut Modernisasi Alutsista Jadi Langkah Strategis Perkuat Pertahanan Nasional

    Presiden Sebut Modernisasi Alutsista Jadi Langkah Strategis Perkuat Pertahanan Nasional

    Publis : 19 Mei 2026 | 08:15 WIB
  • Kemenag Bersama Pemprov DKI Optimalkan Aset KUA untuk Perkuat Layanan Masyarakat

    Kemenag Bersama Pemprov DKI Optimalkan Aset KUA untuk Perkuat Layanan Masyarakat

    Publis : 19 Mei 2026 | 08:11 WIB
  • Pekerja Informal yang Terus Meningkat Jadi Tantangan Ketepatan Sasaran Bantuan Sosial

    Pekerja Informal yang Terus Meningkat Jadi Tantangan Ketepatan Sasaran Bantuan Sosial

    Publis : 19 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pencarian

Kategori

  • Berita (225)
  • Budaya (24)
  • Daerah (359)
  • Ekonomi & Bisnis (26)
  • Ekonomi Bisnis (286)
  • Hukum & Kriminal (2)
  • Hukum kriminal (5)
  • Internasional (13)
  • Keagamaan (63)
  • Kesehatan (27)
  • News (7)
  • Nusantara (28)
  • Olahraga (19)
  • Pemerintahan (91)
  • Pendidikan (137)
  • Politik (4)
  • Politik & Pemerintahan (72)
  • Politik & Pemerintahan (149)
  • Sains & Teknologi (4)
  • Sosial & Budaya (229)
  • Teknologi (13)
  • Uncategorized (1)

arsip

  • Mei 2026 (105)
  • April 2026 (187)
  • Maret 2026 (172)
  • Februari 2026 (168)
  • Januari 2026 (177)
  • Desember 2025 (121)
  • November 2025 (81)
  • Oktober 2025 (91)
  • September 2025 (86)
  • Agustus 2025 (83)
  • Juli 2025 (74)
  • Juni 2025 (59)
  • Mei 2025 (128)
  • April 2025 (93)
  • Maret 2025 (79)
  • Februari 2025 (49)
  • Januari 2025 (20)

TagAR

#airlangga #BandaAceh #Pemerintah #Memastikan #Ketersediaan #Stok #Beras #Provinsi #Aceh #Aman #Gubernur #JawaTimur #Khofifah #Gubernur #Khofifah #gubernurjatim #Gubernur KHofifah #Jatim #jawatimur #kemenpora #Kementerian #Agraria #TataRuang/Badan #Pertanahan #Nasional #ATR/BPN #Khofifah #Khofifah #Gubernur #JawaTimur #Menteri #Ketenagakerjaan #Menaker #mentriekonomi #Wakil #Menteri #Komunikasi #Digital #Wamenkomdigi Baznas Jombang Bupati Daerah Gubernur Gubernur Jatim Gubernur Jawa Timur Haji Jawa Timur Jombang Kemenag Kemendikdasmen Kesenian Daerah Ketahanan Pangan khofifah komdigi Makan Bergizi Gratis Pasokan Ramadan PBI JKN Pemerintahan Pemprov Jatim Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo Presiden RI Purbaya Yudhi Sadewa Sekertaris daerah jawa timur Sekolah Rakyat Teknologi Wakil Bupati Wakil Gubernur

Portal berita positif dari Jawa Timur yang menyajikan berbagai informasi yang aktual dan terpercaya

East Java Times | Copyright 2025.

Scroll to Top