Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah (work from home / WFH) bukanlah bentuk libur, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja dan budaya sekolah yang sehat, produktif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi masyarakat yang kerap menganggap WFH sebagai waktu istirahat. Pemerintah menekankan bahwa baik aparatur maupun satuan pendidikan tetap menjalankan tugas dan proses pembelajaran secara aktif, meskipun tidak dilakukan secara tatap muka langsung.
Dalam konteks pendidikan, kebijakan ini justru menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembelajaran yang fleksibel dan berbasis teknologi. Guru dan tenaga kependidikan tetap diharapkan menjalankan fungsi pembelajaran secara optimal, sementara siswa tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang sehat, baik di lingkungan birokrasi maupun di sekolah. Hal ini mencakup disiplin, tanggung jawab, serta keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja dan belajar yang lebih kondusif.
Selain itu, kebijakan WFH juga dipandang sebagai bagian dari transformasi sistem kerja modern yang mengedepankan efisiensi, fleksibilitas, dan pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah mendorong agar sistem ini tidak menurunkan kualitas kinerja maupun layanan publik, melainkan justru meningkatkan efektivitas kerja.
Dalam pelaksanaannya, Mendikdasmen mengajak seluruh pihak untuk menjaga komitmen profesionalisme, baik dalam bekerja maupun dalam proses pembelajaran. WFH diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya kerja yang lebih adaptif sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan pemahaman tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi kesalahpahaman bahwa WFH identik dengan libur. Sebaliknya, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam membangun sistem kerja dan pendidikan yang lebih modern dan responsif.








