Lewati ke konten
East Java Times

East Java Times

Dari Jawa Timur Untuk Indonesia

  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Daerah
  • Hukum
  • Keagamaan
Search

Wajib Belajar 13 Tahun: Langkah Strategis Pembangunan Generasi Emas 2045

Kamil Hakimin
Publis : 2 Maret 2026 | 11:38 WIB
Wajib Belajar 13 Tahun: Langkah Strategis Pembangunan Generasi Emas 2045

Jakarta — Pemerintah memperkuat implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun sebagai bagian dari strategi menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, melalui peningkatan pendidikan anak usia dini (PAUD), pengembangan kualitas pendidik, serta pemenuhan gizi anak sejak masa awal kehidupan.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam kegiatan sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun di Tangerang Selatan, yang menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan mulai dari prasekolah hingga pendidikan kesetaraan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun adalah program prioritas nasional yang bertujuan memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan sejak usia dini. Menurutnya, masa anak usia dini adalah periode emas yang menentukan perkembangan motorik, intelektual, sosial, dan spiritual anak.

“Anak perlu ruang untuk bereksplorasi, berimajinasi, serta membangun rasa percaya diri melalui lingkungan belajar yang mendukung dan pendidik yang mampu menjadi teladan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Minggu (1/3/2026).

Menikmati pendidikan di PAUD dan taman kanak-kanak adalah langkah awal yang sangat penting, di mana guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak. Pendidik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, ramah anak, serta mendorong interaksi positif melalui bermain, bertanya, dan bekerja sama.

Direktur PAUD Nia Nurhasanah menambahkan bahwa kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun mencakup pendidikan dasar serta satu tahun pendidikan prasekolah untuk memastikan kesiapan anak memasuki sekolah dasar.

Upaya tersebut difokuskan pada perluasan akses layanan pendidikan, penyediaan ruang kelas dan satuan pendidikan, serta penguatan kualitas pendidik dan peran pemerintah daerah dalam mendukung implementasi kebijakan.

Selain jalur formal, pemerintah juga memperkuat pendidikan nonformal dan informal sebagai bagian dari upaya menuntaskan Wajib Belajar 13 Tahun. Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Baharudin menjelaskan bahwa program kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak menempuh jalur pendidikan formal. Program ini diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik pemerintah daerah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dikelola masyarakat.

Tren pendidikan nonformal mengalami peningkatan signifikan, tercatat bertambahnya jumlah PKBM yang dibangun oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah dan Muhammadiyah. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal kini semakin diminati.

Peserta didik pada jalur nonformal juga memperoleh hak yang setara dengan pendidikan formal, termasuk akses pendanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada tahun 2025, pemerintah akan memperkuat layanan melalui revitalisasi PKBM dan SKB serta program digitalisasi satuan pendidikan.

Program ini mencakup PAUD nonformal, program kesetaraan, pendidikan keaksaraan, pendidikan kecakapan hidup bagi perempuan dan remaja, hingga layanan taman baca masyarakat. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), terutama di Provinsi Banten.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian pada pemenuhan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini merupakan bagian dari pembangunan pendidikan karena kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan nutrisi anak sejak dalam kandungan.

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya peran keluarga, terutama ibu, dalam memberikan stimulasi perkembangan, menjaga kecukupan gizi, dan mencegah pernikahan dini yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan anak.

Dengan sinergi antara pendidikan formal, nonformal, dan dukungan pemenuhan gizi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia, memastikan mereka memperoleh fondasi belajar yang kuat sejak usia dini.
 

Post Views: 155

Berita Unggulan

  • Perkuat Komunikasi Publik dan Narasi Pembangunan, Gubernur Khofifah Jalin Sinergi dengan LKBN ANTARA

    Perkuat Komunikasi Publik dan Narasi Pembangunan, Gubernur Khofifah Jalin Sinergi dengan LKBN ANTARA

    Publis : 28 Juli 2026 | 15:40 WIB
  • Women’s Leadership Forum 2026, Gubernur Khofifah Dorong Kepemimpinan Perempuan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Women’s Leadership Forum 2026, Gubernur Khofifah Dorong Kepemimpinan Perempuan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Publis : 28 Juli 2026 | 08:37 WIB
  • Dorong Humas Pemerintah Makin Adaptif, Kabag Humas Pemprov Jatim Hadirkan Solusi Triangle Shield pada IGPR Summit 2026

    Dorong Humas Pemerintah Makin Adaptif, Kabag Humas Pemprov Jatim Hadirkan Solusi Triangle Shield pada IGPR Summit 2026

    Publis : 28 Juli 2026 | 08:13 WIB
  • Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Insinyur Jadi Motor Transformasi Pembangunan

    Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Insinyur Jadi Motor Transformasi Pembangunan

    Publis : 27 Juli 2026 | 15:06 WIB
  • Kelestarian Sungai Jadi Investasi Masa Depan, Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

    Kelestarian Sungai Jadi Investasi Masa Depan, Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

    Publis : 27 Juli 2026 | 10:16 WIB

Pencarian

Kategori

  • Berita (226)
  • Budaya (24)
  • Daerah (359)
  • Ekonomi & Bisnis (29)
  • Ekonomi Bisnis (373)
  • Hukum & Kriminal (2)
  • Hukum kriminal (8)
  • Internasional (13)
  • Keagamaan (64)
  • Kesehatan (27)
  • News (7)
  • Nusantara (29)
  • Olahraga (19)
  • Pemerintahan (92)
  • Pendidikan (142)
  • Politik (4)
  • Politik & Pemerintahan (73)
  • Politik & Pemerintahan (167)
  • Sains & Teknologi (5)
  • Sosial & Budaya (366)
  • Teknologi (13)
  • Uncategorized (1)

arsip

  • Juli 2026 (69)
  • Juni 2026 (121)
  • Mei 2026 (170)
  • April 2026 (187)
  • Maret 2026 (172)
  • Februari 2026 (168)
  • Januari 2026 (177)
  • Desember 2025 (121)
  • November 2025 (81)
  • Oktober 2025 (91)
  • September 2025 (86)
  • Agustus 2025 (83)
  • Juli 2025 (74)
  • Juni 2025 (59)
  • Mei 2025 (128)
  • April 2025 (93)
  • Maret 2025 (79)
  • Februari 2025 (49)
  • Januari 2025 (20)

TagAR

#airlangga #BandaAceh #Pemerintah #Memastikan #Ketersediaan #Stok #Beras #Provinsi #Aceh #Aman #Gubernur #JawaTimur #Khofifah #Gubernur #Khofifah #gubernurjatim #Gubernur KHofifah #Jatim #jawatimur #kemenpora #Kementerian #Agraria #TataRuang/Badan #Pertanahan #Nasional #ATR/BPN #Khofifah #Khofifah #Gubernur #JawaTimur #Menteri #Ketenagakerjaan #Menaker #mentriekonomi #Wakil #Menteri #Komunikasi #Digital #Wamenkomdigi Baznas Jombang Bupati Daerah Gubernur Gubernur Jatim Gubernur Jawa Timur Jawa Timur Jombang Kemenag Kemendikdasmen Kemkomdigi Kesenian Daerah Ketahanan Pangan khofifah komdigi Makan Bergizi Gratis OJK Pasokan Ramadan Pemerintahan Pemprov Jatim Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo Presiden RI Purbaya Yudhi Sadewa Sekertaris daerah jawa timur Sekolah Rakyat Teknologi Wakil Bupati Wakil Gubernur

Portal berita positif dari Jawa Timur yang menyajikan berbagai informasi yang aktual dan terpercaya

East Java Times | Copyright 2025.

Scroll to Top