Surabaya – Munculnya isu influenza varian H3N2 subclade K yang kerap disebut sebagai *super flu* menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan. Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur untuk bersikap lebih sigap dalam menyikapi potensi ancaman tersebut.
Jairi menegaskan bahwa meskipun hingga kini varian tersebut belum terbukti menyebabkan tingkat keparahan yang lebih tinggi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Menurutnya, ancaman *super flu* tidak boleh dianggap sepele.
Ia pun mendorong Dinkes Jatim untuk mengambil langkah konkret, terutama dalam memperkuat promosi kesehatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Edukasi dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dan mampu membangun kewaspadaan sejak dini.
“Promosi dan informasi kepada masyarakat harus diperbanyak. Jangan sampai warga tidak memahami risiko maupun gejala super flu. Edukasi adalah kunci utama pencegahan,” ujar Jairi, Senin (5/1/2026).
Jairi menilai Dinkes Jatim perlu menyeimbangkan pendekatan promotif dan preventif. Sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan kewaspadaan terhadap gejala infeksi saluran pernapasan, serta pemanfaatan fasilitas layanan kesehatan harus terus digencarkan.
Ia juga mengingatkan bahwa Jawa Timur merupakan wilayah dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi dan kepadatan wilayah yang cukup besar. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi melalui komunikasi publik yang kuat dan masif.
“Jika Dinkes aktif turun langsung ke masyarakat, sekolah, dan fasilitas publik, dampaknya akan sangat besar. Jangan menunggu lonjakan kasus baru kemudian bergerak,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Lebih lanjut, Jairi menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemantauan aktif serta edukasi kepada keluarga. Ia juga mendorong vaksinasi influenza sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan risiko penularan dan potensi keparahan penyakit di tengah dinamika mutasi virus influenza.









