Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan bagian penting dari jati diri nasional sekaligus pilar kekuatan bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum nasional pencak silat, di mana Presiden menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Pencak silat dinilai mencerminkan kepribadian bangsa yang menjunjung tinggi etika, kerendahan hati, serta semangat kesatria.
Menurut Presiden, kekuatan pencak silat tidak hanya terletak pada aspek fisik, tetapi juga pada kedalaman nilai dan filosofi yang diajarkan. Nilai-nilai tersebut mendorong individu untuk menggunakan kekuatan secara bijak, yakni untuk melindungi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa, bukan untuk kepentingan yang merugikan.
Selain itu, pencak silat juga berperan dalam membangun ketahanan nasional melalui pembentukan masyarakat yang tangguh dan berkarakter. Dengan semakin kuatnya karakter individu di tingkat masyarakat, diharapkan terbentuk fondasi bangsa yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Presiden juga menyoroti bahwa pencak silat telah menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangan pencak silat harus terus dilakukan, termasuk melalui pembinaan generasi muda.
Pemerintah mendorong agar pencak silat tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dikembangkan sebagai sarana pembentukan karakter serta alat diplomasi budaya Indonesia di dunia. Dengan pendekatan tersebut, pencak silat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Melalui penguatan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pencak silat, Presiden optimistis cabang olahraga ini dapat menjadi salah satu kekuatan strategis dalam memperkuat jati diri bangsa sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.








