JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan program literasi keuangan bagi atlet Paralimpiade sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan kesejahteraan atlet secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para atlet tidak hanya berprestasi di arena kompetisi, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan pribadi.
Kemenpora menilai literasi keuangan menjadi aspek penting dalam mendukung masa depan atlet, terutama dalam mengelola pendapatan, bonus prestasi, sponsor, hingga perencanaan jangka panjang. Dengan bekal pengetahuan keuangan yang memadai, atlet diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan mandiri.
Program ini dirancang melalui kolaborasi dengan lembaga terkait guna memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, investasi, perencanaan pensiun, serta perlindungan aset. Kemenpora menekankan bahwa penguatan literasi keuangan merupakan bagian dari pembinaan menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis olahraga.
Selain meningkatkan kemandirian finansial, literasi keuangan juga diharapkan mampu membantu atlet mempersiapkan masa transisi setelah purna karier. Pembinaan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan kesejahteraan atlet Paralimpiade.
Dengan inisiatif tersebut, Kemenpora optimistis para atlet Paralimpiade Indonesia dapat terus berprestasi dengan dukungan manajemen keuangan yang baik, sekaligus memiliki kesiapan menghadapi masa depan secara lebih terencana dan berkelanjutan.







