Home

Tentang Kami

Iklan

Hubungi Kami

  • Facebook
  • Instagram
  • WhatsApp
  • TikTok
East Java Times

East Java Times

Dari Jawa Timur Untuk Indonesia

  • Home
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Daerah
  • Hukum
  • Keagamaan
Search

Gubernur Khofifah: Tiga Tokoh Jawa Timur Ini Bukan Sekadar Nama Besar, Tetapi Penanda Moral Perjuangan Indonesia

Kamil Hakimin
Publis : 10 November 2025 | 17:22 WIB
Gubernur Khofifah: Tiga Tokoh Jawa Timur Ini Bukan Sekadar Nama Besar, Tetapi Penanda Moral Perjuangan Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa syukur mendalam atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh besar asal Jawa Timur, yaitu KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, dan Marsinah. Ketiganya telah menorehkan jejak luar biasa dalam sejarah bangsa Indonesia.

Penganugerahan tersebut dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam upacara resmi di Istana Negara pada peringatan Hari Pahlawan tahun 2025, Senin (10/11/2025).

Merujuk pada aturan pemberian gelar pahlawan UU No. 20/2009 hingga PP No. 35/2010, dan Peraturan Mensos 15/2012 mengenai prosedur usulan gelar pahlawan nasional disebutkan bahwa setiap orang maupun institusi dapat mengajukan usul pemberian gelar calon pahlawan nasional. Usulan ini dibuat dari daerah hingga kementerian. Terdapat tim yang mengevaluasi dan memilih nama-nama yang diusulkan, dari tingkat daerah hingga pusat.

“Atas nama masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Penetapan Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya bentuk penghormatan negara, tetapi juga pengakuan atas keberanian moral dan ketulusan perjuangan beliau dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan,” ujar Khofifah.

KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok humanis, pluralis, dan pejuang demokrasi yang konsisten memperjuangkan kemanusiaan lintas batas agama, suku, dan golongan.

Sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia dan tokoh Nahdlatul Ulama, Gus Dur telah mengukir sejarah sebagai pemimpin yang memperjuangkan hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan penghormatan terhadap keberagaman.

“Gus Dur bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama, tapi milik seluruh bangsa. Beliau pahlawan yang memperjuangkan kemanusiaan universal, bahwa setiap manusia, siapa pun dia, berhak mendapatkan penghormatan yang sama di mata Tuhan dan negara,” kata Khofifah.

Adapun Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, merupakan ulama kharismatik asal Madura yang dikenal sebagai guru para kiai besar pendiri pesantren di Nusantara, termasuk KH. Muhammad Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama). Dikenal luas karena kedalaman ilmu agama dan kebijaksanaan spiritualnya, Syaikhona Kholil berperan besar dalam membangun tradisi keilmuan Islam Nusantara serta menanamkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

Dalam masa penjajahan, beliau menjadi penggerak kesadaran nasional dan spiritual di kalangan santri serta jaringan ulama, menanamkan gagasan bahwa perjuangan melawan penjajah adalah bagian dari jihad fi sabilillah.

“Syaikhona Kholil adalah sumber cahaya spiritual dan intelektual dari Madura yang menerangi bangsa. Dari tangannya lahir para ulama besar yang melahirkan gerakan kebangsaan dan keislaman moderat. Beliau pantas disebut pahlawan, karena jasanya bukan hanya bagi umat, tetapi bagi keutuhan Indonesia,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk yang wafat tragis pada tahun 1993, menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak pekerja.

Marsinah berjuang untuk kesejahteraan buruh dan keberanian bersuara melawan penindasan, menjadikannya ikon pergerakan perempuan dan pekerja di Indonesia.

“Marsinah adalah cerminan semangat perempuan Jawa Timur yang teguh, berani, dan tulus memperjuangkan kebenaran. Ia mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan untuk keadilan sosial tidak selalu dengan jabatan tinggi, tapi dengan keberanian dan keteguhan hati,” ujar Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa penetapan tiga tokoh asal Jawa Timur menjadi Pahlawan Nasional ini menjadi momentum penting untuk menyemai kembali nilai-nilai perjuangan dan kemanusiaan di kalangan generasi muda.

“Jawa Timur patut berbangga, karena dari tanah ini lahir tokoh-tokoh besar yang memberikan makna sejati tentang arti perjuangan. Semoga semangat Gus Dur, Syaikhona Kholil, dan Marsinah menginspirasi generasi penerus untuk terus bergerak, melanjutkan perjuangan dengan cara-cara damai, bermartabat, dan berkeadilan,” tutup Khofifah.

Post Views: 27

Berita Unggulan

  • Gubernur Khofifah Rayakan Rekor MURI atas 1.099.397 Inseminasi Buatan, Tegaskan Lompatan Besar Reproduksi Ternak Modern di Jawa Timur

    Gubernur Khofifah Rayakan Rekor MURI atas 1.099.397 Inseminasi Buatan, Tegaskan Lompatan Besar Reproduksi Ternak Modern di Jawa Timur

    Publis : 30 November 2025 | 09:22 WIB
  • Gubernur Khofifah: Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Langkah Kunci Kurangi Risiko Erupsi Semeru dan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

    Gubernur Khofifah: Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Langkah Kunci Kurangi Risiko Erupsi Semeru dan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

    Publis : 29 November 2025 | 18:29 WIB
  • Dua Penghargaan Nasional dari Kemenkes, Gubernur Khofifah Tegaskan Keberhasilan Jatim Capai ODF 100% dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan

    Dua Penghargaan Nasional dari Kemenkes, Gubernur Khofifah Tegaskan Keberhasilan Jatim Capai ODF 100% dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan

    Publis : 29 November 2025 | 15:28 WIB
  • Gubernur Khofifah Paparkan Kesiapan Jatim Wujudkan Swasembada Susu dan Gula, Menteri Pertanian Beri Apresiasi Tinggi

    Gubernur Khofifah Paparkan Kesiapan Jatim Wujudkan Swasembada Susu dan Gula, Menteri Pertanian Beri Apresiasi Tinggi

    Publis : 28 November 2025 | 16:18 WIB
  • Gubernur Khofifah: Penandatanganan LoI IKM Jatim–Malaysia Perkuat Neraca Dagang dan Daya Saing Ekspor Daerah

    Gubernur Khofifah: Penandatanganan LoI IKM Jatim–Malaysia Perkuat Neraca Dagang dan Daya Saing Ekspor Daerah

    Publis : 28 November 2025 | 09:13 WIB

Pencarian

Kategori

  • Berita (224)
  • Budaya (24)
  • Daerah (356)
  • Ekonomi & Bisnis (21)
  • Ekonomi Bisnis (181)
  • Hukum & Kriminal (2)
  • Hukum kriminal (3)
  • Internasional (12)
  • Keagamaan (60)
  • Kesehatan (24)
  • News (7)
  • Nusantara (28)
  • Olahraga (19)
  • Pemerintahan (90)
  • Pendidikan (113)
  • Politik (4)
  • Politik & Pemerintahan (123)
  • Politik & Pemerintahan (58)
  • Sains & Teknologi (3)
  • Sosial & Budaya (31)
  • Teknologi (12)

arsip

  • November 2025 (80)
  • Oktober 2025 (91)
  • September 2025 (86)
  • Agustus 2025 (83)
  • Juli 2025 (74)
  • Juni 2025 (59)
  • Mei 2025 (128)
  • April 2025 (93)
  • Maret 2025 (79)
  • Februari 2025 (49)
  • Januari 2025 (20)

TagAR

#airlangga #Bisnis #Gubernur #Khofifah #gubernurjatim #Gubernur KHofifah #Jatim #jawatimur #KEKSingosari #Khofifah #Khofifah #Gubernur #JawaTimur #mentriekonomi bansos Bupati Daerah Gubernur Jatim Haji Internasional Jombang Keagamaan Kemenag Kerjasama Kesehatan Unipdu Kesenian Daerah khofifah komdigi Le Mans Madinah Makkah Marc Marquez MBG MotoGP pasar murah Pembangunan Pemerintahan Pemprov Jatim Pendidikan Prabowo Prancis Presiden RI Sekertaris daerah jawa timur Sekretaris Daerah Teknologi Wakil Bupati Wakil Gubernur warsubi

East Java Times.

Portal berita positif dari Jawa Timur yang menyajikan berbagai informasi yang aktual dan terpercaya

  • Instagram
  • Facebook
  • TikTok

East Java Times | Copyright 2025.

Scroll to Top