PROBOLINGGO, 26 FEBRUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo sebesar Rp 16.118.700.000 di Kantor Bupati Probolinggo, Senin (23/2).
Penyaluran bansos ini menjadi upaya memberikan perlindungan dan bantalan sosial bagi masyarakat ekonomi rentan di Kab. Probolinggo. Tidak hanya itu, bansos yang disalurkan hari ini sekaligus sebagai upaya _economy recovery_ pasca bencana.
"Ini adalah proses penyampaian bantuan sosial dan bantalan ekonomi, ada bantalan ekonomi ada yang bantuan sosial," kata Gubernur Khofifah.
Bansos yang disalurkan tersebut terbagi dalam dua kanal perangkat daerah dan BUMD sebagai penyalur. Rincinya yaitu Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur senilai Rp 8.650.700.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa senilai Rp 7.443.000.000 dan BUMD Prov. Jawa Timur senilai Rp 25.000.000.
Dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bantuan sosial Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) sebesar Rp 6.560.000.000 untuk 3.280 keluarga, bantuan sosial kemiskinan ekstrem senilai Rp 412.500.000 untuk 275 jiwa, dan bantuan sosial penyandang disabilitas Rp 849.600.000 untuk 236 jiwa.
"Yang bantalan sosial itu yang sifatnya _charity_ untuk yang difabel untuk yang lansia," sebutnya.
Sementara Bansos KIP Putri Jawara yang diberikan sebesar Rp 300.000.000 untuk 100 jiwa, bansos KIP PPKS JAWARA Rp 15.000.000 untuk 5 jiwa, BOP dan taliasih pilar-pilar sosial seperti SDM PKH plus, pendamping disabilitas, TKSK dan Tagana sebesar Rp 513.600.000.
Sedangkan dari BUMD Provinsi Jawa Timur disalurkan dalam bentuk zakat produktif senilai Rp 25.000.000 yang dibagikan untuk 50 orang penerima.
"Ada juga program kemandirian ekonomi, kemandirian ekonomi itu ada KIP Jawara, ada untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, dan ada zakat produktif," katanya.
Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan bahwa program kemandirian sosial yang disalurkan diharapkan dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Bantuan untuk kemandirian sosial ini sedianya dapat dimanfaatkan untuk modal dan pengembangan usaha agar masyarakat semakin produktif.
"Yang sifatnya _prosperity_ bagaimana menghadirkan kesejahateraan dengan kemandirian di masing masing keluarga," imbuhnya.
Kemudian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Jawa Timur Bumdesa untuk 1 desa senilai Rp 100.000.000, Desa Berdaya Rp 100.000.000 untuk 1 desa, Jatim Puspa Rp 604.500.000 untuk 3 desa dan BKK Desa Rp 6.638.500.000 untuk 38 desa.
"Kemudian ada dana untuk Bumdesa, ini menjadi bagian penguatan ketahanan masyarakat di desa ketahanan sosial di desa ketahanan keamanan di desa," terangnya.
Gubernur Khofifah menuturkan Pemprov Jatim memiliki banyak program untuk memberdayakan masyarakat seperti di atas yang siap untuk dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kota di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah berharap bantuan sosial dan bantalan ekonomi yang hari ini disalurkan dapat membantu masyarakat Kab. Probolinggo khususnya yang berada di wilayah terdampak banjir.
Diketahui masyarakat Kab. Probolinggo mengalami musibah bencana banjir sejak Sabtu (21/2) malam yang melanda 5 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Kraksaan, Kotaanyar, Gading, Krejengan dan Besuk.
"Kita menyampaikan agak banyak bansos yang bisa menjadi bantalan sosial maupun bantalan ekonomi supaya _economy recoverynya_ cepat," ucapnya.
Salah satu penerima bantuan sistensi penyandang disabilitas Maimunah (38) menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako dan asistensi penyandang disabilitas yang diberikan Gubernur Khofifah. Ia merasa bahagia menerima bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk membelikan susu anaknya.
"Terima kasih pemerintah dan Ibu Gubernur atas bantuannya, saya senang sekali bisa saya gunakan untuk membeli susu anak saya, terima kasih banyak," kata Maimunah.







