Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengajak seluruh warga Kota Surabaya untuk menempuh jalur legislatif dalam menyampaikan aduan, di tengah dinamika isu organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pembentukan Satgas Anti Premanisme. Ia menegaskan bahwa pendekatan dialog menjadi kunci agar setiap persoalan dapat ditangani secara adil dan tetap kondusif.
Yona Bagus Widyatmoko, yang akrab disapa Cak Yebe, menyampaikan bahwa wali kota, wakil wali kota, maupun ormas merupakan bagian dari warga negara yang memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan melalui DPRD sebagai lembaga resmi penyalur pendapat masyarakat.
“DPRD adalah saluran yang sah untuk menyampaikan aduan. Hak ini dimiliki oleh semua warga negara, baik pejabat publik maupun ormas, dan seharusnya dimanfaatkan,” ujarnya.
Menurut Cak Yebe, DPRD merupakan forum yang tepat untuk membahas persoalan kota secara terbuka, objektif, dan berkeadilan. Ia mendorong seluruh pihak agar tidak memperbesar polemik di ruang publik yang justru berpotensi memicu ketegangan dan memperkeruh suasana.
Ia juga mengajak siapa pun yang memiliki keberatan atau masukan untuk mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Surabaya sebagai sarana mencari solusi bersama.
“Saya mendorong semua pihak, baik pejabat publik maupun warga kota, untuk mengajukan RDP agar kita bisa duduk bersama mencari solusi demi keadilan dan kondusivitas Kota Surabaya,” kata Cak Yebe.
Cak Yebe menegaskan bahwa ormas memiliki kedudukan yang sama sebagai warga kota yang hak-haknya wajib dilindungi. Oleh karena itu, apabila ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil, sebaiknya menyampaikan keluhan melalui mekanisme resmi yang tersedia.
“Termasuk ormas, jika merasa mendapat perlakuan yang tidak adil, mereka tetap warga Surabaya yang haknya harus dilindungi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa menjelang akhir tahun lalu, dirinya telah menerima berbagai masukan dari pimpinan ormas. Dalam situasi tersebut, ia memilih bersikap menenangkan agar kondisi tetap terkendali.
“Sebelum tahun baru, sudah banyak ketua umum ormas yang meminta arahan. Saya hanya mengingatkan agar semua pihak menahan diri, baik dalam bersikap maupun berkomentar di media sosial dan ruang publik, serta menyampaikan hal yang sama kepada anggotanya,” jelasnya.
Cak Yebe menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di Surabaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh warganya. Ia mengingatkan bahwa Surabaya dibangun oleh masyarakat dari beragam latar belakang suku dan budaya.
“Masalah Surabaya adalah masalah kita bersama. Kemerdekaan dan pembangunan Surabaya tidak hanya diperjuangkan oleh arek Suroboyo saja, tetapi juga oleh berbagai suku yang hidup dan menetap di kota ini, termasuk saudara-saudara dari Madura,” pungkasnya.









