SURABAYA, 29 SEPTEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak tiga tokoh Palestina melihat inovasi pertanian dan perikanan yang dikembangkan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (27/9).
Ketiganya ialah Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memperkenalkan Smart Green House untuk budidaya melon berbasis Internet of Things (IoT) dan Al-Akbar FishTech untuk budidaya ikan air tawar. Kedua fasilitas itu menunjukkan bagaimana lahan masjid dapat dimanfaatkan sebagai ruang produktif dan sarana belajar bagi masyarakat.
Di Smart Green House, Khofifah bersama para delegasi Palestina memanen dan mencicipi melon yang dibudidayakan di kawasan masjid. Pada kesempatan itu, yang dipanen merupakan melon varietas Golden (warna kuning, daging buah warna Orange) dan varietas dalmatian (warna putih bintik2 hijau, daging buah warna putih).
Sebagai informasi, di smart green house ini telah dikembangkan varietas antara lain Dalmatian, Sweet Hami, Inthanon Rz, dan Golden.
“Alhamdulillah, tadi saat panen melon rasanya sangat manis, kami sediakan juga tadi jika berkenan untuk dibawa saat beliau kembali ke Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan di lingkungan masjid dapat memberi pengalaman tambahan bagi jemaah. Selain beribadah, pengunjung dapat mengenal praktik pertanian perkotaan secara langsung.
“Masjid Al Akbar terus berupaya memanfaatkan lahan masjid supaya bisa dinikmati jamaah juga yang sedang berkunjung dan beribadah disini,” katanya.
Khofifah menambahkan, posisi Masjid Nasional Al-Akbar yang strategis dan berada di dekat akses jalan tol membuat kawasan tersebut menjadi salah satu tempat singgah jamaah dari berbagai daerah. Kondisi ini menjadi peluang untuk menghadirkan lebih banyak aktivitas produktif yang dapat dinikmati masyarakat ketika berkunjung ke kawasan masjid.
“Letaknya cukup strategis, dekat dengan tol. Jamaah dari mana-mana transitnya disini,” ungkapnya.
Setelah melihat Smart Green House, Khofifah mengajak para tamu kerhomatan dari Palestina itu untuk melihat Al-Akbar FishTech. Fasilitas ini menerapkan Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni sistem yang mengolah dan mensirkulasikan kembali air dalam proses budidaya ikan sehingga penggunaannya lebih efisien.
Salah satu sumber air yang dimanfaatkan berasal dari bekas air wudu jemaah. Air tersebut terlebih dahulu melalui proses pengolahan sebelum digunakan dalam sistem budidaya ikan.
Bahkan dalam kesempatan itu, Imam Besar Masjidil Al Aqsha, Utusan Khusus Presiden Palestina serta Duta Besar Palestina juga berkenan memberikan makan Ikan Nila Merah. Selain Nila merah juga ada ikan patin dan lele.
“Sistem ini memungkinkan budidaya ikan dilakukan secara efisien, hemat air, dan ramah lingkungan sehingga sangat relevan diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan,” jelasnya.
“Ikan ini airnya dari air wudu di sini. Kemudian air itu diproses, _water treatment_ secara digital dan ini yang kemudian menjadi air untuk perikanan,” imbuhnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat memperlihatkan bahwa keterbatasan lahan dan kebutuhan efisiensi air dapat dijawab melalui pengelolaan yang tepat. Masjid pun dapat menjadi tempat masyarakat belajar tentang teknologi, lingkungan, dan kegiatan produktif.
Sementara itu, Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash mengaku terkesan melihat lingkungan dan berbagai fasilitas yang dikembangkan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
“Lingkungan ini indah, kalau malam pasti indah sekali,” kata Mahmoud.
Untuk diketahui, kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan Gubernur Khofifah bersama tiga tokoh Palestina di Surabaya. Selain mempererat hubungan persaudaraan Indonesia-Palestina, pertemuan juga menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai praktik inovasi yang berkembang di Jawa Timur, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan produktif dan kemanfaatan masyarakat.








