Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Semarang Raya sebagai bagian dari upaya mencapai target nasional pengelolaan sampah menuju “zero sampah” pada 2029. Langkah ini menjadi salah satu strategi utama dalam mengatasi permasalahan sampah perkotaan yang semakin kompleks sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan.
Percepatan pembangunan PSEL dilakukan melalui pendekatan aglomerasi yang melibatkan beberapa daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal. Kolaborasi lintas wilayah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan volume sampah yang cukup guna mendukung operasional fasilitas secara optimal.
Dalam implementasinya, PSEL dirancang mampu mengolah sampah dalam jumlah besar, bahkan hingga lebih dari 1.000 ton per hari. Teknologi yang digunakan juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan dengan mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan proyek ini tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat. Edukasi mengenai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program secara berkelanjutan.
Kebijakan percepatan PSEL juga didukung oleh regulasi nasional, termasuk Peraturan Presiden tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Regulasi ini menjadi landasan hukum dalam mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah di berbagai kota besar di Indonesia.
Secara nasional, pembangunan PSEL dan berbagai program pengelolaan sampah lainnya merupakan bagian dari target pemerintah untuk mencapai 100 persen pengelolaan sampah pada 2029. Target tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan percepatan proyek PSEL Semarang Raya, pemerintah optimistis dapat menghadirkan solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. Program ini juga diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola sampah secara modern dan berkelanjutan.








