BALIKPAPAN, 10 OKTOBER 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA UNAIR) Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Wilayah (PW) IKA UNAIR Kalimantan Timur periode 2025–2030 di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kamis (8/10). Dalam pelantikan ini ,Aji Suryana Jamaluddin Jadayat dilantik sebagai Ketua Pengurus Wilayah IKA UNAIR Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mendorong IKA UNAIR dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui penyusunan rekomendasi strategis, terutama untuk mengembangkan creative financing atau pembiayaan kreatif.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi alumni, akademisi, dan pemerintah daerah diperlukan untuk membantu menjawab berbagai persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan.
“Kita punya PR bersama kalau kita tidak melakukan kolaborasi dan sinergi rasanya tidak mudah untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan persoalan kemasyarakatan kebangsaan dan kenegaraan,” kata Khofifah.
Ia menilai, organisasi alumni dapat berkontribusi melalui gagasan dan kajian yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Salah satunya dengan mengidentifikasi potensi serta merumuskan rekomendasi pengembangan skema pembiayaan kreatif.
Khofifah menjelaskan bahwa pembiayaan kreatif perlu mendapat perhatian di tengah dinamika kebijakan keuangan pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).
Kondisi tersebut turut memengaruhi keuangan daerah, termasuk Jawa Timur. Karena itu, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota perlu memperkuat inovasi pembiayaan agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.
“ _Creative financing_ di berbagai sektor dengan tujuan agar ekonomi, utamanya, di daerah tidak banyak terpengaruh melainkan dapat terus bertumbuh,” ujarnya.
Khofifah menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan skema creative financing. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Menurutnya, pengembangan pembiayaan kreatif membutuhkan gagasan dan kajian dari kalangan akademisi maupun pakar yang mampu memetakan potensi daerah.
“Kita menghadirkan narasumber narasumber yang tidak sederhana, fokusnya adalah _creative financing_,” terangnya.
Ia menjelaskan, penerapan _creative financing_ membutuhkan kemampuan mengidentifikasi dan membaca potensi aset yang dimiliki daerah. Aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru.
Khofifah juga menilai potensi sumber daya alam yang besar tidak serta-merta membuat suatu daerah terbebas dari kebutuhan untuk mengembangkan skema pembiayaan kreatif.
Ia mencontohkan Kalimantan Timur yang memiliki sumber daya alam melimpah, tetapi tetap membutuhkan inovasi dalam mengoptimalkan potensi dan aset daerah.
“Saya rasa ini hal yang bisa kita bangun diskusi bersama diantara Himpuni dan IKA UNAIR yang ada di Kalimantan Timur yang memungkinkan menjadi rekomendasi strategis di banyak sektor,” jelasnya.
Khofifah berharap pengurus IKA UNAIR Wilayah Kalimantan Timur dapat menindaklanjuti gagasan tersebut melalui diskusi bersama Gubernur Kalimantan Timur dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah daerah dapat membuka peluang untuk mengidentifikasi potensi dan mengoptimalkan penerapan _creative financing_.
“Saya rasa dengan mengkomunikasikan dengan pak gubernur mungkin juga tim dari Pemprov Kalimantan Timur, kemungkinan peluang untuk bisa memaksimalkan _creative financing_ itu cukup besar,” harapnya.
Selain keluarga besar IKA UNAIR, dalam pelantikan PW IKA UNAIR Kaltim ini turut hadir Himpuni Kaltim yang terdiri dari IKA IPB, IKA ITS, ILUNI, IA ITB, KAGAMA, IKA UB, IKA UNMUL, IKA UNDIP, IKA UNHAS, IKA UNPAD. Gubernur Khofifah menyampaikan hadirnya Himpuni dari 11 kampus ini menjadi bukti kuat ya solidaritas dan solidaritas dari berbagai ikatan alumni dari perguruan tinggi negeri.
"Ada di himpuni ini sangat memungkinkan kita diskusi tentang creative financing, saat ini creative financing ini adalah sesuatu banget, kalau ini bisa disampaikan oleh Himpuni untuk pemerintah daerah, ini akan menjadi rekomendasi strategis yang luar biasa," pungkasnya.








